Selasa, 31 Januari 2012

BEST FRIEND


            Sahabat memang segalanya bagi kehidupan masa remaja. Dia akan selalu ada di saat kita sedih, gundah, bahkan galau. Alangkah indahnya mempunyai sahabat yang the best, Tak terkecuali bagi 2 sahabat ini, mereka bahkan tinggal 1 rumah yang mereka kontrak bersama. Dan mereka sekolah bareng di Jakarta Segalanya di lakuin bersama, bahkan satu sama lain tak sungkan menganggap mereka saling sodaraan. 
“Hoammm” ngelirik jam,,, “Oh My God, gue telat,,, ree,,, bangun loe,,, dah hamper jam 7” ucap anez tergopoh-gopoh menuju kamar mandi
Rere terperanjak kaget setengah mati ketika melihat jam yang 10 menit lagi menuju jam masuk sekolah. “OMG!  Anezz,,, buruan mandinya,,, dah telat abizz neh,, kalau perlu cuci muka aja,,,” teriak rere
Tepat jam 7.30 mereka sampai di depan gerbang yang sudah terkunci rapat,,,, pak satpam yang berada di pos langsung menhampiri mereka.
“pak,,, bukain dong,,,,” ucap  anez dengan muka memelas.
Pak satpam akhirnya membuka pagar , sambil tersenyum,,,  Anez dan rere pun menyambut senyuman pak satpam tersebut.
                “makasih yaa pak,,,  baik banget dehh” kata rere girang
                Pak satpam langsung menghalangi “STOP!!!! Mau kemana kalian?  Yang namanya telat gak ada pengampunan. Sana berkumpul ke lapangan” kata pak satpam mantap
                “yaa,,, pak,,, mau di hukum apa sie?” kata rere lesu
                “udah sana,,, langsung kelapangan,,, ntar juga tau” ucap pak satpam.
                Akhirnya rere dan anez pun berjalan menuju lapangan. Tak disangka di lapangan sudah berkumpul belasan siswa lainnya yang telat. Anez dan rere langsung masuk berkumpul.
                Pak Togar  bersuara di mikrofon “mau jadi apa kalian semua, penyakit siswa emang tidak pernah sembuh, selalu saja telat. Saya minta kalian semua lari 10 keliling lapangan ini, yang namanya pagi wajib olahraga,,, hahaha,,,” ucapnya lantang dengan logat bataknya.
                Semua siswa telat termasuk rere dan anez langsung berlari, tiba-tiba ada seorang cowok berpakaian sangat rapi dengan seorang ibuk-ibuk datang dan menghampiri pak Togar.
Anez dan rere terbelalak melihat betapa tampannya cowok tersebut,. Cowok tersebut memajang senyuman paling maniz kesemua siswa yang berlarian.
                “nez,, loe kenal siapa tu cowok?” 
                “kagak,,, dia kayaknya murid baru dehh” ucap anez sembari melanjutkan hukumannya.
                Rere tersenyum riang dan melanjutkan juga larinya.
                Jam ke 2 pelajaran akhirnya mereka masuk kelas, untuk pelajaran matematika. Anez dan Rere duduk sebangku di sudut depan kanan. Tak lama masuk seorang cowok tampan di dampingi oleh pak Togar.
                “Di kelas ini akan kedatangan teman baru, untuk itu bapak harapkan kalian dapat berteman  dengan akrab. Silahkan perkenalkan diri mu” kata pak togar dengan logat bataknya
                “ehemmm,,, nama saya  RAFKA PRAYOGA, teman-teman boleh memanggil saya rafka, saya pindahan dari SMA 70  Bandung, saya mengharapkan kita semua bisa saling akrab disini” ucap nya dengan senyuman.
                Anez dan rere serta semua anak cewek dikelas pada terbelalak menatap wajah manis siswa baru tersebut.
                “okehh,,, baik rafka,,, silahkan  duduk disana,,,”  kata pak togar, sembari keluar kelas.
                Rafka pun mendapati tempat duduknya, dan pelajaran matematika pun di lanjutkan.
                                                                                ######
                Keesokannya saat jam istirahat, anez dan rere membawa buku tugas semua kelas yang akan di bawanya ke kantor. Tak sengaja seorang menabrak anez hingga  terjatuh dengan buku yang berserak di mana-mana. Seketika rere segera nyamperin anez yang terjatuh,,,
                “anez,,, loe gak apa-apa,,,? sialan tu orang,,, awas ajah kalau ketemu” kata anez kesal.
                “maaf yaa,,, saya gak sengaja” terdengar seorang cowok bergumam  dari belakang rere.
Anez menatap kaget pada orang tersebut.  Rere berbalik dan  langsung berkata “loe emang gak punya ma,,ta,,, yaa,,,” ucap rere terbata-bata saat mendapati rafka berdiri di hadapannya.
                Rafka terlihat menyesal “maaf, karna kejadian ini” rafka langsung membantu anez berdiri dan mengumpulkan buku-buku yang berserakan tadi. Lalu memberinya pada anez. “maaf sekali lagi” rafka pun beranjak dari situ.
                Anez dan rere mematung memandang rafka yang semakin menjauh. Akhirnya rere tersadar “nez,,, siku loe lecet, kita ngantar nie buku langsung ke UKS aja, gw temanin” kata rere. Anez hanya mengangguk.
                                                                ############
                Saat weekend, kebiasaan anez dan rere nongkrong di cafe favorite mereka “starbucks” di sini mereka biasa nyantai untuk sekedar menghilangkan suntuk terhadap pelajaran-pelajaran. Tiba-tiba datang seorang cowok  menghampiri meja mereka.
                “hey,,,  boleh saya duduk di sini” ucapnya tanpa ragu dan segera duduk
                Anez dan rere terdiam,,,
                “oh iya,,, kenalin,,, gue rafka,,” ucapnya sambil mengulurkan tangan
                Anez menyambut tangan rafka “anez” begitu juga dengan rere “rere”
                Rafka tersenyum “kalian sering ke sini yaa?”
                “lumayan sie,,, hamper tiap weekend” kata rere agak gugup
                “oh,,, kalo gue Cuma kadang-kadang aja kesini, kalo ada permintaan manggung doank” ucap rafka.
                Tiba-tiba ada seorang MC yang memanggil rafka dengan isyarat.
                “hmm, anez, rere,,, gue tinggal dulu yaa,,, udah waktunya gue manggung” kata rafka.
                okay” kata anez dan rere
                Rafka langsung naik ke panggung dan memegang mic “okay,,, lagu ini saya persembahkan buat teman saya yang di ujung sana,, anez dan rere”
                Tepuk tangan dan sorak sorai memenuhi seluruh café. Anez dan rere tampak malu-malu dan tersenyum bahagia hari itu.
                Sejak hari itu,  rere dan anez mulai dekat dengan  rafka. Mereka sering ngumpul di kantin sekolah bareng, dan bahkan saat weekend mereka nongkrong bersama di café starbucks. Lama-lama anez dan rere mulai menaruh hati pada rafka.
Hingga suatu ketika rere mulai mendekati rafka. Anez yang mengetahui hal itu juga tak mau kalah, ia pun juga mulai  mendekati rafka. Setelah mulai mendapati adanya pertarungan sengit antara keduanya dalam ajang mendapatkan hati sang rafka.


keduanya menjadi kurang akrab, mereka jarang bersama-sama lagi. Walau mereka tinggal di 1 rumah, tetapi kedua nya tidak saling memperdulikan.
                Di kantin. Rafka terlihat sedang duduk sendiri dan asyik memainkan blackberry  nya. Tiba-tiba datang anez menghampiri rafka dan berkata “hey rafka,, sendirian aja?” ucapnya sambil duduk di samping rafka.
                Tak lama datang rere yang juga menghampiri rafka,,, “rafka,,, boleh ikut gue sebentar gak? Ada yang mau gue bilang ke elo” sambil menarik paksa rafka.
                “anez,,, gue pinjem rafka dulu yaa,,, daa” ucap rere sedikit mengejek.
                Anez memandang sinis  rere,,, dan bergumam dalam hati “awass luu yee,,, dasar,,, rere sialan”
                                                                #############
                Saat pelajaran olahraga, rafka bermain basket dan ketika time offer, rafka di suguhkan minuman dingin pocari oleh anez, tiba-tiba rere datang dan menyuguhkan juga sebotol pulpy orange dingin.
                “kalian ini kenapa sie? Kok  jadi begini? Ada apa?, thanks buat minumannya,,, tapi gue bawa minum sendiri kok, kalian ini aneh” ucap rafka dengan geleng-geleng kepala dan langsung beranjak pergi
                Anez cemberut “tuu kan,, karna loe rafka jadi marah,,, dasar cewek udik”
                Rere pun tidak kalah kesal “ehh enak aja loe bilang gue cewek udik, loe tu yang udik,,, ganjen lagi,,, dasarr!!”
                Anez akhirnya pergi dengan tampang teramat kesal pada rere, rere pun tak kalah kesal hingga segala umpatan di ucapkannya.  Kini tiada lagi persahabatan yang dulu terjalin amat dekat, keduanya saling beranggapan sebagai saingan.  Hingga suatu ketika, rafka mengadakan acara ulang tahunnya yang ke 17 tahun, di rumahnya. 1 kelas dan beberapa orang yang di kenalnya di undangnya untuk datang ke pestanya.
                Anez dan rere sibuk mempersiapkan diri dan kado special buat rafka, dan berharap akan memenangkan hati sang rafka. Anez memakai gaun yang paling anggun dengan setelan dress selutut berwarna item dan sepatu high heels item yang menarik. tak kalah juga dengan rere yang memakai dress selututnya berwarna merah hati, dengan sepatu high heel berwarna merah juga, hal ini di pilihnya untuk membangkitkan semangat dan percaya diri.
Dengan gontai keduanya pergi menuju rumah rafka untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Rere yang sampai duluan langsung menghampiri rafka, dan memberinya kado. “rafkaa,,, happy birthday yaa,,,” dengan memasang senyum paling manisnya.
                Rafka pun tersenyum “makasih ree,,, loe emang sahabat gue yang baik,,, sama kayak anez,,, thanks banget yaa,,, btw mana anez?”
                “gak tau gue,,, kenapa sie nanya-nanya dia?”
                “yaa,,  biasanya kan loe bareng ama anez”
                “hmm, sekarang gak lagi,, udah dehh lupain dia ajah, ngapain bahas orang yang gak penting” ucap rere kesal plus muka cemberutnya.
                Tak berapa lama anez datang dan langsung memeluk rafka sembari berkata “happy birthday yaa kaa,,, wish you all the best yaa”
                Rere langsung melotot melihat pemandangan tidak mengenakan itu. Sedang anez merasa menang dan telihat mengejek rere puas.
                “thanks anez,,, bagi gue kalian emang sahabat gue yang paling baik, oyaa,,, silahkan menikmati hidangannya, bentar lagi acara pemotongan kue, kalian ntar dekat gue aja yaa, jangan jauh-jauh, ada kejutan buat kalian” ucap rafka sembari meninggalkan mereka berdua.
                “hey anez,,, loe liatkan,,, rafka punya kejutan buat gue, dan itu pasti buat gue,,,” kata rere mantap.
                “eehehehe,,,, ngaca loe,,, itu pasti kejutan buat gue,,, Cuma karna loe tu temen gue dulunya jadi yaa dia bilang buat kita berdua, jangan ngimpi deh loe!”
                “kita liat aja ntar”
                “okeh”

                Acara pemotongan pun mulai di laksanakan,,, semua tamu  pada ngumpul melingkari rafka dengan kue tart yang gede dan berlapis full coklat. Rere dan anez sudah stay di samping rafka. Semua tamu menyanyikan lagu potong kue dan rafka memotong kue pertama.
                “kue ini akan ku berikan buat seorang yang sangat special di hati gue” kata rafka, sambil memandang anez dan rere bergantian.
                 Masing-masing dari Anez dan rere merasa mereka lah yang bakal mendapat kue tersebut.
                “dan dia adalah my girl friend, namanya nadya” kata rafka, dan tiba-tiba datang seorang cewek yang sangat cantik dan anggun, lalu memeluk rafka dan menerima kue tersebut. Para tamu yang hadir bertepung tangan.  
                “anez,,, rere,,, kenalin ini nadya pacar gue di bandung, sewaktu gue masih sekolah disana, gue dan nadya LDR” ucap rafka dengan bahagia, begitu juga nadya yang tersenyum lebar.
                Anez dan rere terbengong, dan sangat kecewa sekali, seorang rafka ternyata telah memiliki pacar.
“Dan potongan kedua ini gue berikan buat sahabat gue, anez dan rere” ucap rafka sembari memberikan kue kepada rere dan anez.
Anez dan rere menerima kue tersebut dengan lesu dan senyum terpaksa. Kejadian malam itu sangat membuat keduanya kecewa berat. Dan ada penyesalan di hati, mereka telah salah memperebutkan seorang cowok dan rela menyianyiakan sahabat sendiri demi seorang rafka. Kini keadaan telah berubah, teringat kembali masa-masa senang ketika memiliki sahabat.
                                                ###########
Keesokan paginya, saat di kontrakan. rere tak sengaja menabrak anez karna terburu-buru menuju kamar mandi.  Keduanya terjatuh.
“awww,,,, sakitt taukk,,,, gak punya mata loe yaa” ucap anez
“enak aja,,, loe tu yang gak pake mata” kata rere tak mau kalah
Akhirnya keduanya terdiam, dan rere berdiri dan mengulurkan tangan ke anez.
Anez terkejut dan menyambut tangannya, seketika rere menariknya berdiri. Dan rere berjalan menuju kamar mandi.
                “ree,,, maafin gue” ucap anez kemudian
                Rere berhenti dan berbalik menghampiri anez, lalu memeluk sahabatnya itu. “maafin gue juga nez,,, gue nyesel,,, gak seharusnya hal itu menghancurkan persahabatan kita”
                “gue juga nyesel banget ree,,, gue gak mau kehilangan sahabat sebaik loe lagi” kata anez.
                Keduanya kini berbaikan dan bersahabat kembali. Hari ini mereka berangkat bersama kembali ke sekolah.
                rafka menghampiri “hey anez, rere,,, ceria amat”
                “iya donk kaa,,, kita kan sahabatan,,,” ucap rere dan anez bersamaan. Anez dan rere pun tertawa sembari menuju kelas.
                                 
                                                                                TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar