Sahabat memang segalanya bagi kehidupan masa
remaja. Dia akan selalu ada di saat kita sedih, gundah, bahkan galau. Alangkah
indahnya mempunyai sahabat yang the best,
Tak terkecuali bagi 2 sahabat ini, mereka bahkan tinggal 1 rumah yang mereka kontrak
bersama. Dan mereka sekolah bareng di Jakarta Segalanya di lakuin bersama,
bahkan satu sama lain tak sungkan menganggap mereka saling sodaraan.
“Hoammm” ngelirik jam,,, “Oh My God, gue telat,,, ree,,, bangun loe,,, dah hamper jam 7” ucap
anez tergopoh-gopoh menuju kamar mandi
Rere terperanjak kaget setengah mati ketika melihat
jam yang 10 menit lagi menuju jam masuk sekolah. “OMG! Anezz,,, buruan mandinya,,, dah telat abizz
neh,, kalau perlu cuci muka aja,,,” teriak rere
Tepat jam 7.30 mereka sampai di depan gerbang yang
sudah terkunci rapat,,,, pak satpam yang berada di pos langsung menhampiri
mereka.
“pak,,, bukain dong,,,,” ucap anez dengan muka memelas.
Pak satpam akhirnya membuka pagar , sambil
tersenyum,,, Anez dan rere pun menyambut
senyuman pak satpam tersebut.
“makasih yaa pak,,, baik banget dehh” kata rere girang
Pak satpam langsung menghalangi
“STOP!!!! Mau kemana kalian? Yang
namanya telat gak ada pengampunan. Sana
berkumpul ke lapangan” kata pak satpam mantap
“yaa,,, pak,,, mau di hukum apa
sie?” kata rere lesu
“udah sana ,,, langsung kelapangan,,, ntar juga tau”
ucap pak satpam.
Akhirnya rere dan anez pun
berjalan menuju lapangan. Tak disangka di lapangan sudah berkumpul belasan
siswa lainnya yang telat. Anez dan rere langsung masuk berkumpul.
Pak Togar bersuara di mikrofon “mau jadi apa kalian
semua, penyakit siswa emang tidak pernah sembuh, selalu saja telat. Saya minta
kalian semua lari 10 keliling lapangan ini, yang namanya pagi wajib olahraga,,,
hahaha,,,” ucapnya lantang dengan logat bataknya.
Semua siswa telat termasuk rere
dan anez langsung berlari, tiba-tiba ada seorang cowok berpakaian sangat rapi
dengan seorang ibuk-ibuk datang dan menghampiri pak Togar.
Anez
dan rere terbelalak melihat betapa tampannya cowok tersebut,. Cowok tersebut
memajang senyuman paling maniz kesemua siswa yang berlarian.
“nez,, loe kenal siapa tu
cowok?”
“kagak,,, dia kayaknya murid
baru dehh” ucap anez sembari melanjutkan hukumannya.
Rere tersenyum riang dan
melanjutkan juga larinya.
Jam ke 2 pelajaran akhirnya
mereka masuk kelas, untuk pelajaran matematika. Anez dan Rere duduk sebangku di
sudut depan kanan. Tak lama masuk seorang cowok tampan di dampingi oleh pak Togar.
“Di kelas ini akan kedatangan
teman baru, untuk itu bapak harapkan kalian dapat berteman dengan akrab. Silahkan perkenalkan diri mu”
kata pak togar dengan logat bataknya
“ehemmm,,, nama saya RAFKA PRAYOGA, teman-teman boleh memanggil
saya rafka, saya pindahan dari SMA 70
Bandung, saya mengharapkan kita semua bisa saling akrab disini” ucap nya
dengan senyuman.
Anez dan rere serta semua anak
cewek dikelas pada terbelalak menatap wajah manis siswa baru tersebut.
“okehh,,, baik rafka,,, silahkan
duduk disana,,,” kata pak togar, sembari keluar kelas.
Rafka pun mendapati tempat
duduknya, dan pelajaran matematika pun di lanjutkan.
######
Keesokannya saat jam istirahat,
anez dan rere membawa buku tugas semua kelas yang akan di bawanya ke kantor.
Tak sengaja seorang menabrak anez hingga terjatuh dengan buku yang berserak di
mana-mana. Seketika rere segera nyamperin anez yang terjatuh,,,
“anez,,, loe gak apa-apa,,,?
sialan tu orang,,, awas ajah kalau ketemu” kata anez kesal.
“maaf yaa,,, saya gak sengaja”
terdengar seorang cowok bergumam dari
belakang rere.
Anez menatap kaget pada orang tersebut. Rere berbalik dan langsung berkata “loe emang gak punya
ma,,ta,,, yaa,,,” ucap rere terbata-bata saat mendapati rafka berdiri di
hadapannya.
Rafka terlihat menyesal “maaf,
karna kejadian ini” rafka langsung membantu anez berdiri dan mengumpulkan
buku-buku yang berserakan tadi. Lalu memberinya pada anez. “maaf sekali lagi”
rafka pun beranjak dari situ.
Anez dan rere mematung memandang
rafka yang semakin menjauh. Akhirnya rere tersadar “nez,,, siku loe lecet, kita
ngantar nie buku langsung ke UKS aja, gw temanin” kata rere. Anez hanya
mengangguk.
############
Saat weekend, kebiasaan anez dan
rere nongkrong di cafe favorite mereka “starbucks” di sini mereka biasa nyantai
untuk sekedar menghilangkan suntuk terhadap pelajaran-pelajaran. Tiba-tiba
datang seorang cowok menghampiri meja
mereka.
“hey,,, boleh saya duduk di sini” ucapnya tanpa ragu
dan segera duduk
Anez dan rere terdiam,,,
“oh iya,,, kenalin,,, gue
rafka,,” ucapnya sambil mengulurkan tangan
Anez menyambut tangan rafka
“anez” begitu juga dengan rere “rere”
Rafka tersenyum “kalian sering
ke sini yaa?”
“lumayan sie,,, hamper tiap
weekend” kata rere agak gugup
“oh,,, kalo gue Cuma
kadang-kadang aja kesini, kalo ada permintaan manggung doank” ucap rafka.
Tiba-tiba ada seorang MC yang
memanggil rafka dengan isyarat.
“hmm, anez, rere,,, gue tinggal
dulu yaa,,, udah waktunya gue manggung” kata rafka.
“okay” kata anez dan rere
Rafka langsung naik ke panggung
dan memegang mic “okay,,, lagu ini saya persembahkan buat teman saya yang di
ujung sana ,,
anez dan rere”
Tepuk tangan dan sorak sorai
memenuhi seluruh café. Anez dan rere tampak malu-malu dan tersenyum bahagia
hari itu.
Sejak
hari itu, rere dan anez mulai dekat
dengan rafka. Mereka sering ngumpul di
kantin sekolah bareng, dan bahkan saat weekend mereka nongkrong bersama di café
starbucks. Lama-lama anez dan rere mulai menaruh hati pada rafka.
Hingga suatu ketika rere mulai mendekati rafka. Anez
yang mengetahui hal itu juga tak mau kalah, ia pun juga mulai mendekati rafka. Setelah mulai mendapati
adanya pertarungan sengit antara keduanya dalam ajang mendapatkan hati sang
rafka.
keduanya
menjadi kurang akrab, mereka jarang bersama-sama lagi. Walau mereka tinggal di
1 rumah, tetapi kedua nya tidak saling memperdulikan.
Di kantin. Rafka terlihat sedang
duduk sendiri dan asyik memainkan blackberry nya. Tiba-tiba datang anez menghampiri rafka
dan berkata “hey rafka,, sendirian aja?” ucapnya sambil duduk di samping rafka.
Tak lama datang rere yang juga
menghampiri rafka,,, “rafka,,, boleh ikut gue sebentar gak? Ada yang mau gue bilang ke elo” sambil
menarik paksa rafka.
“anez,,, gue pinjem rafka dulu
yaa,,, daa” ucap rere sedikit mengejek.
Anez memandang sinis rere,,, dan bergumam dalam hati “awass luu
yee,,, dasar,,, rere sialan”
#############
Saat pelajaran olahraga, rafka
bermain basket dan ketika time offer,
rafka di suguhkan minuman dingin pocari oleh anez, tiba-tiba rere datang dan
menyuguhkan juga sebotol pulpy orange dingin.
“kalian ini kenapa sie? Kok jadi begini? Ada apa?, thanks buat minumannya,,, tapi gue
bawa minum sendiri kok, kalian ini aneh” ucap rafka dengan geleng-geleng kepala
dan langsung beranjak pergi
Anez cemberut “tuu kan ,, karna loe rafka
jadi marah,,, dasar cewek udik”
Rere pun tidak kalah kesal “ehh enak
aja loe bilang gue cewek udik, loe tu yang udik,,, ganjen lagi,,, dasarr!!”
Anez akhirnya pergi dengan
tampang teramat kesal pada rere, rere pun tak kalah kesal hingga segala umpatan
di ucapkannya. Kini tiada lagi
persahabatan yang dulu terjalin amat dekat, keduanya saling beranggapan sebagai
saingan. Hingga suatu ketika, rafka
mengadakan acara ulang tahunnya yang ke 17 tahun, di rumahnya. 1 kelas dan
beberapa orang yang di kenalnya di undangnya untuk datang ke pestanya.
Anez dan rere sibuk
mempersiapkan diri dan kado special buat rafka, dan berharap akan memenangkan
hati sang rafka. Anez memakai gaun yang paling anggun dengan setelan dress
selutut berwarna item dan sepatu high heels item yang menarik. tak kalah juga
dengan rere yang memakai dress selututnya berwarna merah hati, dengan sepatu
high heel berwarna merah juga, hal ini di pilihnya untuk membangkitkan semangat
dan percaya diri.
Dengan gontai keduanya pergi menuju rumah rafka
untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Rere yang sampai duluan langsung menghampiri
rafka, dan memberinya kado. “rafkaa,,, happy birthday yaa,,,” dengan memasang
senyum paling manisnya.
Rafka pun tersenyum “makasih
ree,,, loe emang sahabat gue yang baik,,, sama kayak anez,,, thanks banget
yaa,,, btw mana anez?”
“gak tau gue,,, kenapa sie
nanya-nanya dia?”
“yaa,, biasanya kan loe bareng ama anez”
“hmm, sekarang gak lagi,, udah
dehh lupain dia ajah, ngapain bahas orang yang gak penting” ucap rere kesal
plus muka cemberutnya.
Tak berapa lama anez datang dan
langsung memeluk rafka sembari berkata “happy birthday yaa kaa,,, wish you all the best yaa”
Rere langsung melotot melihat
pemandangan tidak mengenakan itu. Sedang anez merasa menang dan telihat
mengejek rere puas.
“thanks anez,,, bagi gue kalian
emang sahabat gue yang paling baik, oyaa,,, silahkan menikmati hidangannya,
bentar lagi acara pemotongan kue, kalian ntar dekat gue aja yaa, jangan
jauh-jauh, ada kejutan buat kalian” ucap rafka sembari meninggalkan mereka
berdua.
“hey anez,,, loe liatkan,,,
rafka punya kejutan buat gue, dan itu pasti buat gue,,,” kata rere mantap.
“eehehehe,,,, ngaca loe,,, itu
pasti kejutan buat gue,,, Cuma karna loe tu temen gue dulunya jadi yaa dia bilang
buat kita berdua, jangan ngimpi deh loe!”
“kita liat aja ntar”
“okeh”
Acara pemotongan pun mulai di
laksanakan,,, semua tamu pada ngumpul
melingkari rafka dengan kue tart yang gede dan berlapis full coklat. Rere dan
anez sudah stay di samping rafka.
Semua tamu menyanyikan lagu potong kue dan rafka memotong kue pertama.
“kue ini akan ku berikan buat
seorang yang sangat special di hati gue” kata rafka, sambil memandang anez dan
rere bergantian.
Masing-masing dari Anez dan rere merasa mereka
lah yang bakal mendapat kue tersebut.
“dan dia adalah my girl friend, namanya nadya” kata
rafka, dan tiba-tiba datang seorang cewek yang sangat cantik dan anggun, lalu
memeluk rafka dan menerima kue tersebut. Para
tamu yang hadir bertepung tangan.
“anez,,, rere,,, kenalin ini nadya
pacar gue di bandung ,
sewaktu gue masih sekolah disana, gue dan nadya LDR” ucap rafka dengan bahagia,
begitu juga nadya yang tersenyum lebar.
Anez dan rere terbengong, dan
sangat kecewa sekali, seorang rafka ternyata telah memiliki pacar.
“Dan potongan kedua ini gue berikan buat sahabat
gue, anez dan rere” ucap rafka sembari memberikan kue kepada rere dan anez.
Anez dan rere menerima kue tersebut dengan lesu dan
senyum terpaksa. Kejadian malam itu sangat membuat keduanya kecewa berat. Dan
ada penyesalan di hati, mereka telah salah memperebutkan seorang cowok dan rela
menyianyiakan sahabat sendiri demi seorang rafka. Kini keadaan telah berubah,
teringat kembali masa-masa senang ketika memiliki sahabat.
###########
Keesokan paginya, saat di kontrakan. rere tak
sengaja menabrak anez karna terburu-buru menuju kamar mandi. Keduanya terjatuh.
“awww,,,, sakitt taukk,,,, gak punya mata loe yaa”
ucap anez
“enak aja,,, loe tu yang gak pake mata” kata rere
tak mau kalah
Akhirnya keduanya terdiam, dan rere berdiri dan
mengulurkan tangan ke anez.
Anez
terkejut dan menyambut tangannya, seketika rere menariknya berdiri. Dan rere
berjalan menuju kamar mandi.
“ree,,, maafin gue” ucap anez
kemudian
Rere berhenti dan berbalik menghampiri
anez, lalu memeluk sahabatnya itu. “maafin gue juga nez,,, gue nyesel,,, gak
seharusnya hal itu menghancurkan persahabatan kita”
“gue juga nyesel banget ree,,,
gue gak mau kehilangan sahabat sebaik loe lagi” kata anez.
Keduanya kini berbaikan dan
bersahabat kembali. Hari ini mereka berangkat bersama kembali ke sekolah.
rafka
menghampiri “hey anez, rere,,, ceria amat”
“iya donk kaa,,, kita kan sahabatan,,,” ucap
rere dan anez bersamaan. Anez dan rere pun tertawa sembari menuju kelas.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar